KANTOR DESA

Kantor Desa Mataleuno jln Trans Sulawesi.

LAPANGAN OLAH RAGA

Lapangan Sepak Bola SUMIATI DESA MATALEUNO.

WISATA DESA

Wisata Air Terjun Desa Mataleuno.

WISATA DESA

WISATA SUNGAI DESA MATALEUNO.

JLN DESA

Jln TRANS SULAWESI DESA MATALEUNO KECAMATAN PAKUE UTARA.

Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2026

Menyongsong Musim Tanam, Petani Desa Mataleuno Berharap Bantuan Alat Pertanian

 


MATALEUNO — Memasuki akhir bulan Agustus, geliat aktivitas pertanian di Desa Mataleuno mulai meningkat pesat. Sebagian besar masyarakat desa saat ini sedang disibukkan dengan proses pengolahan lahan dan pembajakan sawah sebagai persiapan menyambut musim tanam padi yang diperkirakan akan dimulai bulan depan.

Untuk mempercepat pengolahan tanah, mayoritas petani memilih menggunakan mesin pembajak sawah modern (jonder). Namun, penggunaan teknologi ini harus dibayar dengan biaya operasional yang tidak sedikit bagi para petani lokal.

"Sebagian besar masyarakat di sini membajak sawahnya pakai alat jonder. Tapi sistemnya sewa, harganya sekitar Rp1.500.000 per hektar," ujar salah seorang warga Desa Mataleuno saat dijumpai di area persawahan pada Senin (30/8/2026).

Selain alat jonder, sebagian warga lainnya juga memanfaatkan traktor tangan (hand tractor) untuk meratakan tanah garapan mereka. Tingginya biaya sewa alat mesin pertanian (alsintan) ini menjadi beban tersendiri bagi para petani setiap kali memasuki awal musim tanam.


Kondisi tersebut melahirkan harapan besar dari masyarakat Desa Mataleuno kepada pihak pemerintah terkait. Mereka berharap desa mereka bisa mendapatkan alokasi bantuan alat-alat pertanian seperti yang telah diterima oleh desa-desa tetangga.

Dengan adanya bantuan alsintan mandiri untuk kelompok tani di Desa Mataleuno, para petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa yang tinggi. Penghematan modal produksi ini dinilai akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan tingkat perekonomian para petani lokal.

Kini, dengan tanah yang mulai siap dibajak, warga Desa Mataleuno optimistis menatap musim tanam bulan depan, seraya menaruh asa agar perhatian berupa fasilitas pertanian dapat segera terealisasi di desa mereka.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Gotong Royong Tanpa Batas: Warga Desa Mataleuno Bersatu Perbaiki Jalan Produksi Gunung Sari

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga Desa Mataleuno. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di Dusun V, Jalan Gunung Sari, untuk melaksanakan kegiatan swadaya gotong royong perbaikan jalan produksi.

Jalan produksi di Dusun V ini merupakan urat nadi perekonomian lokal yang sangat vital bagi kelancaran mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Kondisi jalan yang sebelumnya memprihatinkan kini perlahan membaik berkat aksi nyata dan kerja keras masyarakat setempat.

Momen Penting Kegiatan

  • Swadaya Murni: Perbaikan ini lahir dari inisiatif warga yang sadar betul akan pentingnya akses jalan yang layak demi menunjang aktivitas ekonomi desa.

  • Bahu-Membahu: Tanpa memandang latar belakang, warga saling membantu satu sama lain—mulai dari mengangkut material, meratakan tanah, hingga menyiap makanan dan minuman untuk para pekerja di lapangan.

  • Kompak dan Solid: Suasana kekeluargaan terasa sangat kental sepanjang kegiatan, diiringi canda tawa yang mengusir rasa lelah.

Harapan untuk Masa Depan Desa Mataleuno

Kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi gotong royong yang menjadi warisan leluhur masih tertanam kuat di dada masyarakat Desa Mataleuno. Dengan perbaikan jalan produksi di Jalan Gunung Sari ini, diharapkan proses distribusi hasil panen warga dapat berjalan lebih lancar, aman, dan meningkatkan taraf perekonomian Dusun V secara khusus serta Desa Mataleuno secara umum.

Terima kasih kepada seluruh warga Dusun V dan pihak-pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pikirannya. Bersama kita kuat, membangun desa dengan swadaya dan kebersamaan!

Senin, 24 Agustus 2026

Pemerintah Desa Mataleuno Sukses Salurkan Bantuan Pangan Beras 30 Kg untuk 93 KPM

MATALEUNO – Pemerintah Desa Mataleuno kembali menyalurkan Bantuan Pangan kepada warga penerima manfaat pada Senin (24/8/2026). Penyaluran yang berlangsung di Kantor Desa Mataleuno ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Pakue Utara, Bapak Hamka, S.H., bersama Kepala Desa Mataleuno, Ibu Sumiati. Hadir pula para Kepala Dusun serta jajaran Perangkat Desa yang bahu-membahu menyukseskan proses Pendistribusian agar berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sebanyak 93 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pada alokasi kali ini. Masing-masing KPM mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kg.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Para Penerima Manfaat berdatangan ke Kantor Desa dengan tertib untuk mengambil hak mereka. Bantuan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh masyarakat, mengingat pasokan beras tersebut sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga hingga beberapa waktu ke depan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kecamatan Pakue Utara dan Pemerintah Desa Mataleuno, program bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Desa Mataleuno.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Gerak Cepat Jaga Kebersihan, Ibu Kades Mataleuno Imbau Warga dan Aparat Desa Gotong Royong di Lapangan Sepak Bola

Mataleuno, 22 Agustus 2026 – Dalam upaya menjaga keasrian fasilitas umum serta membangkitkan kepedulian lingkungan, Kepala Desa Mataleuno mengimbau seluruh lapisan masyarakat, aparat desa, hingga para kader untuk menggelar aksi aksi gotong royong bersama pada Sabtu pagi ini. Focus utama kegiatan tertuju pada area Lapangan Sepak Bola Desa Mataleuno yang menjadi pusat kegiatan warga.

Imbauan langsung dari Ibu Kepala Desa Mataleuno, Sumiati, direspon cepat oleh jajaran pemerintah desa dan warga sekitar. Sejak pagi, suasana kerja bakti berlangsung dinamis dengan pembagian tugas yang merata demi mengembalikan fungsi lapangan agar nyaman digunakan.

Beberapa fokus utama aksi kebersihan hari ini meliputi:


  • Penyemprotan Gulma & Rumput Liar: Tim aparat desa melakukan penyemprotan di titik-titik rumput liar yang mulai mengganggu area permainan dan tepi lapangan.
  • Pembersihan Area & Aksi Pungut Sampah: Para kader desa bersama masyarakat menyisir seluruh tribun dan pinggiran lapangan untuk mengumpulkan sampah plastik serta dedaunan.
  • Penataan Lingkungan Sekitar: Merapikan area sekitar lapangan agar terlihat lebih terbuka, aman, dan estetik bagi anak-anak maupun pemuda yang rutin berolahraga.

Langkah imbauan yang dilanjutkan dengan aksi nyata ini menjadi bukti komitmen Pemdes Mataleuno dalam merawat aset desa. Kehadiran para kader desa yang aktif mendampingi warga juga mempertegas kuatnya rasa kebersamaan di desa ini.

Pemerintah Desa Mataleuno mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi aktif seluruh warga dan pihak yang terlibat. Harapannya, kesadaran untuk menjaga kebersihan fasilitas umum seperti lapangan sepak bola ini dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Mataleuno.

Ibu Kepala Desa, Sumiati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaganya demi kenyamanan bersama.

Melalui aksi gotong royong ini, fasilitas lapangan sepak bola Desa Mataleuno kini tampil lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk digunakan anak-anak maupun pemuda desa dalam berolahraga. Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan ini berhasil mempererat tali silaturahmi dan menjaga tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas warga Desa Mataleuno.

 

 

Kamis, 30 Juli 2026

Pererat Silaturahmi dan Sinergi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pakue Utara Berkunjung ke Kantor Desa Mataleuno

MATALEUNO – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Kantor Desa Mataleuno pada Jumat, 31 Juli 2026. Pemerintah Desa (Pemdes) Mataleuno menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dari Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Pakue Utara, Bapak Samsul Bahri.

Kunjungan ini disambut langsung oleh  jajaran perangkat Desa Mataleuno. Pertemuan yang berlangsung santai namun produktif ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

Membangun Sinergi dan Koordinasi Pemdes

Selain mempererat hubungan silaturahmi, kehadiran Bapak Samsul Bahri juga menjadi ajang koordinasi terkait tata kelola pemerintahan desa dan koordinasi program-program strategis kecamatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Desa Mataleuno.

"Silaturahmi dan koordinasi secara berkala sangat penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan selaras dari tingkat desa hingga kecamatan," ujar Samsul Bahri di sela-sela kunjungannya.

Dalam diskusi tersebut, beberapa hal yang dibahas antara lain:

  • Optimalisasi Pelayanan Publik: Mendorong peningkatan kualitas pelayanan administrasi bagi masyarakat desa.

  • Sinergi Program Kerja: Mengorelasikan program pembangunan desa dengan arahan kebijakan Kecamatan Pakue Utara.

  • Penyelarasan Administrasi: Memastikan tata kelola dokumen dan pelaporan administrasi pemerintahan desa berjalan tertib dan transparan.

Harapan ke Depan

Pemerintah Desa Mataleuno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta arahan yang diberikan oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Pakue Utara.

Dengan dilaksanakannya kunjungan ini, diharapkan koordinasi dan komunikasi antara Pemdes Mataleuno dan Kantor Kecamatan Pakue Utara semakin solid, sehingga pelayanan serta pembangunan di Desa Mataleuno dapat berjalan lebih maksimal demi kesejahteraan warga.

Rekapitulasi Data Kependudukan Desa Mataleuno Bulan Juli 2026: Sinergi Pemdes dan Kepala Dusun dalam Evaluasi Data

 

Desa Mataleuno, Jumat, 31 Juli 2026 — Pemerintah Desa (Pemdes) Mataleuno bersama seluruh Kepala Dusun sukses menyelenggarakan rapat evaluasi dan pemutakhiran data kependudukan untuk periode bulan Juli 2026.

Langkah ini dilakukan guna memastikan integritas dan keakuratan data administratif desa, yang nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan program pembangunan, penyaluran bantuan sosial, serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh warga Desa Mataleuno.

📊 Ringkasan Data Kependudukan Desa Mataleuno (Juli 2026)

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan pencocokan data di lapangan hingga akhir Juli 2026, berikut adalah gambaran demografi Desa Mataleuno:

Kategori DemografiJumlahKeterangan
Total Laki-Laki357 Jiwa~50.86% dari populasi
Total Perempuan345 Jiwa~49.14% dari populasi
Total Penduduk702 JiwaSeluruh warga terdaftar
Jumlah Kepala Keluarga (KK)222 KKTersebar di wilayah dusun
Jumlah Bangunan Rumah172 UnitBangunan tempat tinggal

🔑 Poin Penting dari Evaluasi Bulan Juli

Dari data di atas, terdapat beberapa catatan penting yang menjadi fokus perhatian dalam koordinasi antara Pemdes Mataleuno dan Para Kepala Dusun:

  1. Keseimbangan Gender: Proporsi penduduk laki-laki (357 jiwa) dan perempuan (345 jiwa) terbilang sangat seimbang, memberikan potensi yang rata dalam pelibatan seluruh elemen masyarakat pada program-program desa.

  2. Kepadatan per Kelompok Rumah: Dengan total 222 KK dan 172 unit rumah, rata-rata terdapat lebih dari satu KK di beberapa bangunan rumah. Data ini sangat krusial bagi perencanaan program bantuan perumahan maupun penataan pemukiman sehat di masa mendatang.

  3. Pemberdayaan Berbasis Data: Keakuratan data 702 jiwa ini akan langsung diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan administrasi desa agar proses pembuatan surat-menyetujui dan pendataan bantuan dapat berjalan efisien dan tepat sasaran.

"Data yang akurat adalah kunci utama pembangunan desa yang tepat sasaran. Terima kasih atas kerja keras seluruh Kepala Dusun dan jajaran Pemdes yang terus teliti dalam mencatat dinamika warga setiap bulannya."

Jumat, 24 Juli 2026

Penuh Khidmat dan Kehangatan: Majelis Ta'lim ATTAHIRIYAH Gelar Pengajian Menjelang Pernikahan Ananda Fatimah


Desa Mataleuno
— Suasana penuh keberkahan menyelimuti Desa Mataleuno pada Minggu, 19 Juli 2026. Tepat pukul 13.30 WITA, Majelis Ta’lim ATTAHIRIYAH menyelenggarakan acara pengajian dalam rangka menyambut hari bahagia pernikahan Ananda Fatimah.

Momen Silaturahmi Lintas Desa

Acara ini tidak hanya menjadi momen syukuran dan doa bersama, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi antar-warga. Kebahagiaan makin terasa lengkap dengan hadirnya rombongan jemaah dari beberapa majelis taklim desa tetangga yang ikut serta memadati lokasi pengajian.

Jalannya seluruh rangkaian acara dipandu secara tertib dan khidmat oleh pengurus BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kecamatan Pakue Utara, yang membawa suasana pengajian menjadi makin hangat dan terarah.

Tausiyah dan Bekal Pernikahan oleh Ustadz Iqbal Syam

Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Iqbal Syam. Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, beliau memberikan nasihat dan pembekalan spiritual menjelang hari pernikahan:

  • Membangun Pondasi Rumah Tangga: Pentingnya mengawali niat menikah sebagai ibadah untuk meraih predikat Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.

  • Keberkahan Doa Bersama: Menjemput ridho Allah SWT melalui doa tulus dari para jemaah dan sesama anggota majelis.

  • Peran Pasangan Soleh & Solehah: Menjadikan ilmu agama sebagai benteng utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

"Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Mengawalinya dengan doa, ilmu, dan kebersamaan majelis adalah ikhtiar terbaik untuk menjemput keberkahan dari-Nya."Ustadz Iqbal Syam

Doa dan Harapan untuk Ananda Fatimah

Segenap pengurus Majelis Ta'lim ATTAHIRIYAH Desa Mataleuno beserta seluruh jemaah yang hadir turut mendoakan agar seluruh prosesi pernikahan Ananda Fatimah diberikan kelancaran hingga hari puncak.

Semoga calon pengantin kelak dianugerahi rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Kamis, 23 Juli 2026

Mengintip Panen Padi Desa Mataleuno: Perjuangan dan Asa di Tengah Tantangan Hama

Desa MataleunoKamis, 23 Juli 2026 menjadi hari yang sibuk namun penuh kebersamaan bagi warga Desa Mataleuno. Sejak pagi hari, riuh suara mesin dan sendau gurau warga menyelimuti hamparan sawah. Masyarakat secara serentak menggelar tradisi panen raya padi di lahan milik mereka masing-masing.

Meskipun diwarnai dengan semangat kegotongroyongan, musim panen tahun ini membawa cerita dan tantangan tersendiri bagi para petani setempat.

Penggunaan Teknologi Modern: Efisiensi Alat Blower/Bluzer

Dalam proses pemanenan kali ini, masyarakat Desa Mataleuno memanfaatkan teknologi mesin rontok/perontok padi (bluzer/blower). Penggunaan alat ini dilakukan melalui sistem sewa.

  • Metode Pembayaran: Warga tidak menyewa dengan uang tunai, melainkan menggunakan sistem bagi hasil. Sebanyak sekian bagian dari hasil panen yang didapat akan diberikan kepada pemilik alat sebagai biaya sewa.

  • Manfaat: Alat bluzer ini sangat membantu mempercepat proses pemisahan bulir padi dari tangkainya, sehingga waktu kerja petani menjadi jauh lebih efisien dibandingkan metode manual.

Penurunan Hasil Panen: Dampak Serangan Hama

Sayangnya, kabar kurang menggembirakan datang dari volume hasil panen tahun ini. Produktivitas lahan pertanian Desa Mataleuno mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Catatan Hasil Panen Tahun Ini:

Petani rata-rata hanya mampu mengantongi 20 hingga 30 karung per hektar (ha).

Faktor utama yang menjadi penyebab merosotnya jumlah panen ini adalah maraknya serangan berbagai jenis hama yang menjangkit tanaman padi selama masa tanam. Hama yang bervariasi membuat tanaman tidak berkembang maksimal dan menyebabkan banyak bulir padi yang kosong atau rusak sebelum masa panen tiba.

Harapan Petani Desa Mataleuno

Meski hasil yang didapat belum memenuhi ekspektasi dan lebih sedikit dari tahun sebelumnya, warga Desa Mataleuno tetap bersyukur atas rezeki yang diperoleh hari ini. Kerja keras dan tetes keringat di sawah tetap membuahkan kebersamaan yang erat antarwarga.

Para petani berharap, untuk musim tanam berikutnya:

  1. Adanya pendampingan dan penanganan pencegahan hama yang lebih efektif dari pihak terkait.

  2. Kondisi cuaca yang lebih bersahabat agar produktivitas lahan bisa kembali pulih seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rabu, 15 Juli 2026

Memantapkan Langkah Menuju Lomba 10 Program Pokok PKK: Desa Mataleuno Gelar Pembinaan Pengisian Buku Pokja

 


MATALEUNO — Semangat gotong royong dan tertib administrasi kembali ditunjukkan oleh segenap pengurus TP-PKK Desa Mataleuno. Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di kediaman Ibu Kepala Dusun IV, telah dilaksanakan kegiatan rutin bulanan yaitu Pembinaan Pengisian Buku Kelompok Kerja (Pokja) PKK.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Desa Mataleuno, didampingi oleh para ketua dan anggota Pokja I hingga IV.

Fokus Utama: Tertib Administrasi Sebagai Kunci Keberhasilan

Administrasi yang rapi dan valid merupakan fondasi utama dari keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Sadar akan pentingnya hal tersebut, pembinaan kali ini difokuskan pada sinkronisasi data dan tata cara pengisian buku wajib masing-masing Pokja.

"Buku saku dan catatan administrasi bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan potret nyata dari kontribusi kita dalam memberdayakan keluarga di Desa Mataleuno."Ketua TP-PKK Desa Mataleuno

Dalam arahannya, Ibu Ketua PKK menekankan bahwa ketelitian dalam mencatat setiap perkembangan program di lapangan sangat krusial. Setiap Pokja memiliki tanggung jawab spesifik yang saling berkaitan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa.


Agenda Kegiatan & Pembagian Fokus Pokja

Dalam pertemuan rutin bulan ini, pembinaan dibagi menjadi beberapa fokus evaluasi:

  • Pokja I (Penghayatan & Pengamalan Pancasila, Gotong Royong): Pemantapan laporan kegiatan keagamaan, pola asuh anak dan remaja (PAAR), serta gotong royong warga.

  • Pokja II (Pendidikan & Keterampilan, Pengembangan Kehidupan Koperasi): Perapian data UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dan kegiatan PAUD/taman bacaan.

  • Pokja III (Pangan, Sandang, Perumahan & Tatalaksana Rumah Tangga): Pencatatan program ketahanan pangan keluarga (Hatinya PKK) dan pemanfaatan pekarangan.

  • Pokja IV (Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, Perencanaan Sehat): Pemutakhiran data posyandu, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta KB Kes.

Persiapan Matang Menuju Lomba 10 Program Pokok PKK

Selain sebagai agenda bulanan, pembinaan intensif kali ini terasa istimewa karena menjadi ajang persiapan matang Desa Mataleuno dalam menghadapi Lomba 10 Program Pokok PKK.

Melalui pembinaan berkala seperti ini, Desa Mataleuno optimistis dapat menyajikan data yang akurat, sinkron, dan menampilkan inovasi-inovasi unggulan desa secara maksimal di hadapan tim penilai lomba nantinya.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, tanya jawab kendala pengisian buku, serta makan siang bersama guna mempererat tali silaturahmi antar-anggota Pokja.

Minggu, 05 Juli 2026

Sinergi Desa: Pendampingan Operator DTSANT Desa Mataleuno dalam Verifikasi Data SIKS-NG

 


MATALEUNO, 6 JULI 2026 — Ketepatan data adalah kunci utama agar program bantuan sosial tepat sasaran. Sadar akan pentingnya hal tersebut, hari ini, Senin (6/7/2026), telah dilaksanakan kegiatan pendampingan khusus bagi Operator DTSANT Desa Mataleuno.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah verifikasi dan validasi data kemiskinan melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

Tidak bekerja sendiri, agenda krusial ini dikawal langsung oleh kolaborasi lintas sektor yang solid, yaitu Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) dan Pendamping Desa.

Mengapa Verifikasi SIKS-NG Ini Penting?

Aplikasi SIKS-NG merupakan gerbang utama mutasi data kemiskinan. Melalui pendampingan ini, Operator Desa dipandu untuk memastikan bahwa warga yang benar-benar membutuhkan masuk ke dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sementara data yang sudah tidak layak (misalnya karena meninggal dunia, pindah, atau mampu secara ekonomi) bisa segera digantikan.

"Data yang valid adalah hak masyarakat." Kolaborasi hari ini memastikan tidak ada warga miskin di Desa Mataleuno yang tercecer dari haknya, sekaligus meminimalkan potensi bantuan salah sasaran.

Fokus Pendampingan Hari Ini

Ada beberapa poin krusial yang dibahas dan dipraktikkan langsung bersama Pendamping PKH dan Pendamping Desa, antara lain:

  • Penyelarasan Data Lapangan: Mencocokkan data riil hasil musyawarah desa dengan data yang ada di sistem komputer.

  • Pemberihan Data Ganda: Mendeteksi dan menghapus potensi adanya NIK ganda atau kesalahan input data silsilah keluarga.

  • Edukasi Regulasi Terbaru: Pendamping PKH memberikan update mengenai kriteria kelayakan bansos terbaru, sementara Pendamping Desa memastikan prosesnya selaras dengan regulasi pembangunan desa.

Kolaborasi Tiga Pilar: Demi Mataleuno yang Lebih Sejahtera

Kegiatan yang berlangsung hangat dan produktif ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama tim.

  • Operator DTSANT Desa: Sebagai ujung tombak eksekusi data di desa.

  • Pendamping PKH: Memastikan koridor bantuan sosial (seperti PKH dan BPNT) sesuai dengan komponen yang disyaratkan pusat.

  • Pendamping Desa: Menjaga agar tata kelola administrasi ini sejalan dengan program pemberdayaan dan pemanfaatan dana desa.

Dengan adanya pendampingan intensif seperti hari ini, diharapkan kualitas data kemiskinan di Desa Mataleuno semakin akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat hari ini!

Salam Berdaya, Pemerintah Desa Mataleuno

Senin, 29 Juni 2026

Mengatasi Efisiensi Anggaran, Pemdes Mataleuno dan Orang Tua Sepakati Solusi Terbaik untuk Angkutan Sekolah


MATALEUNO
– Perubahan anggaran menuntut kreativitas dan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat. Demi menyiasati kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan, Pemerintah Desa Mataleuno mengambil langkah cepat untuk memastikan fasilitas publik, khususnya transportasi pendidikan bagi anak-anak, tetap berjalan optimal.

Pada Senin, 22 Juni 2026, Ibu Kepala Desa Mataleuno, Sumiati, mengundang Ketua BPD, Basri, beserta seluruh jajaran aparat desa untuk menggelar musyawarah bersama. Bertempat di kantor desa, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan orang tua murid yang memanfaatkan fasilitas mobil angkutan anak sekolah.

Musyawarah Mufakat demi Masa Depan Anak

Tujuan utama dari musyawarah ini adalah mencari jalan keluar terbaik agar operasional mobil angkutan sekolah tidak terhenti di tengah efisiensi anggaran desa. Ibu Sumiati menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah desa dan warga dalam situasi seperti ini.

Dari diskusi yang berjalan hangat dan terbuka, lahir sebuah kesepakatan bersama:

Hasil Keputusan Bersama: Para orang tua murid sepakat untuk memberikan kontribusi swadaya sebesar Rp100.000,- per bulan guna mendukung biaya operasional mobil angkutan sekolah.

Rasa Syukur dan Dukungan Penuh Orang Tua

Meskipun kini ada sistem iuran, keputusan ini justru disambut baik dan penuh rasa syukur oleh para orang tua yang hadir. Bagi mereka, keberadaan mobil angkutan sekolah ini adalah berkah besar yang sangat membantu meringankan beban harian.


Berikut adalah beberapa alasan mengapa para orang tua sangat mendukung program ini:

  • Tepat Waktu & Aman: Anak-anak kini bisa pulang dan pergi sekolah tepat waktu tanpa perlu khawatir telantar di jalan.

  • Ketenangan Pikiran: Orang tua tidak perlu lagi cemas memikirkan jemputan di tengah kesibukan kerja atau bertani.

  • Beban Finansial yang Terukur: Iuran Rp100.000,- dinilai jauh lebih hemat dan efisien dibandingkan jika harus membelikan bensin atau menyewa ojek setiap hari.

Sinergi untuk Mataleuno yang Lebih Maju

Ketua BPD, Bapak Basri, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga Desa Mataleuno. Menurutnya, sikap kooperatif dari orang tua murid adalah bukti nyata bahwa masyarakat Mataleuno sangat peduli dengan pendidikan generasi penerus mereka.

Ibu Kepala Desa, Sumiati, juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengertian dan keikhlasan warga. Melalui transparansi dan musyawarah seperti ini, tantangan seberat apa pun terkait anggaran desa terbukti bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang terbuka.

Mari bersama-sama kita jaga fasilitas desa kita demi kenyamanan dan masa depan anak-anak Desa Mataleuno!

Kamis, 25 Juni 2026

Jumat Produktif: Aksi Nyata Ibu Kades Mataleuno Bersama Jajaran Benahi Lingkungan Kantor Desa


Mataleuno, 26 Juni 2026 – Semangat gotong royong kembali bergelora di Desa Mataleuno. Mengisi momen "Jumat Produktif", Ibu Kepala Desa Mataleuno bersama seluruh jajaran perangkat desa turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pembenahan lingkungan di sekitar area kantor desa.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini tidak hanya berfokus pada kebersihan estetika, tetapi juga pada pemanfaatan lahan kosong yang ada di sekitar kantor desa.

Dari Lahan Kosong Menjadi Lahan Produktif

Salah satu agenda utama dalam aksi kali ini adalah penyiapan dan pembenahan lahan yang nantinya akan disulap menjadi area menanam aneka sayur-sayuran. Langkah ini diambil sebagai bentuk contoh nyata (role model) bagi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

"Kami ingin lingkungan kantor desa tidak hanya bersih dan rapi, tapi juga produktif. Dengan menanam sayur-sayuran di sini, harapannya bisa menjadi inspirasi bagi warga Mataleuno untuk melakukan hal yang sama di rumah masing-masing," ujar Ibu Kepala Desa di sela-sela kegiatan.

Momen Kebersamaan dan Gotong Royong

Suasana hangat dan penuh kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan. Tanpa sekat, Ibu Kades bersama jajarannya saling bahu-membahu:


  • Membersihkan rumput liar dan sampah di sekitar halaman.

  • Menggemburkan tanah dan menata bedengan untuk media tanam.

  • Merencanakan jenis sayuran jangka pendek yang kaya nutrisi untuk ditanam dalam waktu dekat.

Dengan adanya kegiatan Jumat Produktif ini, diharapkan lingkungan Kantor Desa Mataleuno menjadi lebih asri, hijau, dan memberikan pelayanan yang semakin nyaman bagi seluruh warga..

Selasa, 23 Juni 2026

Mengawal Harapan Warga: Pemdes Mataleuno Hadiri Rapat Penurunan Status Hutan Lindung di Kolaka Utara

 


MATALEUNO – Langkah nyata demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Mataleuno. Pada Kamis, 18 Juni 2026, Kepala Desa Mataleuno bersama Sekretaris Desa (Sekdes) menghadiri rapat penting yang digelar di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara.

Rapat koordinasi ini membahas agenda yang sangat krusial bagi masa depan wilayah, yaitu Permohonan Penurunan Status Hutan Lindung.

Sinergi Lintas Sektor demi Kepentingan Rakyat

Pertemuan yang diinisiasi di tingkat daerah ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan regulasi kehutanan dengan kebutuhan tata ruang serta pemukiman warga. Mengingat urgensi pembahasan ini, rapat dihadiri oleh jajaran pejabat penting dan stakeholder terkait, di antaranya:

  • Asisten 1 Setda Kolaka Utara (mewakili Penjabat/Bupati Kolaka Utara)

  • Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kolaka Utara

  • Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka Utara

  • Camat, Lurah (termasuk Lurah Lasusua), serta Kepala Desa dari berbagai kecamatan terdampak di Kolaka Utara.

Mengapa Penurunan Status Hutan Lindung Ini Penting?

Bagi Desa Mataleuno dan desa-desa lainnya di Kolaka Utara, kepastian status hukum lahan adalah kunci utama pembangunan. Banyak wilayah yang secara faktual telah menjadi pemukiman, fasilitas umum, atau lahan garapan masyarakat, namun secara administratif masih masuk dalam kawasan hutan lindung.

Melalui rapat ini, Pemerintah Desa Mataleuno aktif mengawal usulan agar status kawasan tersebut dapat diturunkan menjadi Kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) atau Areal Penggunaan Lain (APL).

Manfaat Utama Jika Permohonan Dikabulkan:

  1. Legalitas Tanah: Masyarakat kelak bisa mengurus sertifikat tanah resmi melalui program pemerintah (seperti PTSL).

  2. Kesejahteraan Ekonomi: Petani dapat mengelola lahan dengan tenang tanpa rasa was-was.

Komitmen Pemdes Mataleuno

Kepala Desa Mataleuno menyampaikan bahwa kehadiran Pemdes dalam rapat ini adalah bentuk komitmen penuh untuk memperjuangkan hak-hak atas tanah warga. Proses ini memang membutuhkan tahapan yang panjang—mulai dari verifikasi tim terpadu hingga keputusan di tingkat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)—namun langkah awal yang kuat telah dimulai hari ini.

Mari kita doa bersama agar perjuangan ini membuahkan hasil yang manis bagi kemajuan Desa Mataleuno tercinta!


Minggu, 07 Juni 2026

Optimalkan Validasi Data, Pemdes Mataleuno Gelar Evaluasi Kependudukan Serentak

MATALEUNO – Dalam upaya menyajikan data desa yang akurat, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Desa (Pemdes) Mataleuno menggelar rapat evaluasi mutasi kependudukan menyeluruh pada Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan ini berfokus pada sinkronisasi dan rekapitulasi data riil warga, mulai dari jumlah total penduduk, jumlah Kepala Keluarga (KK), angka kelahiran, perpindahan domisili, hingga jumlah kematian yang terjadi di wilayah Desa Mataleuno.

Kolaborasi Lintas Perangkat Desa

Evaluasi yang berlangsung guyub ini dipimpin langsung oleh jajaran Pemdes dan melibatkan seluruh elemen perangkat desa demi memastikan tidak ada data warga yang terlewat. Proses perekapan dilakukan secara berjenjang:

  • Peran Kepala Dusun (Kadusun):
    Kepala Dusun dari 5 wilayah dusun di Mataleuno bergerak sebagai ujung tombak. Masing-masing Kadusun menyetorkan dan merekap data mutasi warga terkini dari wilayahnya.

  • Tim Sinkronisasi Desa: Data yang masuk dari para Kadusun kemudian diverifikasi bersama oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Kasi Pemerintahan (yang membidangi urusan kependudukan), serta Operator Desa.

  • Dukungan Pemdes: Seluruh staf pemdes lainnya turut mengawal jalannya evaluasi agar proses pemutakhiran data berjalan lancar.

Mengapa Evaluasi Ini Penting?

"Data kependudukan yang valid adalah kunci utama keberhasilan program desa. Tanpa data yang akurat, penyaluran bantuan sosial, perencanaan pembangunan, dan pelayanan administrasi warga tidak akan bisa tepat sasaran."

Ada beberapa poin krusial yang menjadi fokus pemutakhiran data kali ini:

  1. Jumlah Penduduk & KK Terbaru: Mengetahui beban riil pelayanan publik di desa.

  2. Angka Kelahiran & Kematian: Penting untuk memperbarui status ahli waris, bantuan kesehatan, serta grafik pertumbuhan penduduk.

  3. Pindah Domisili: Mencatat warga yang keluar-masuk agar administrasi kependudukan tetap tertib dan menghindari adanya data ganda.

Langkah Selanjutnya

Setelah proses evaluasi dan rekapitulasi ini selesai, Operator Desa akan memasukkan data terbaru ke dalam sistem informasi desa. Pemdes Mataleuno juga mengimbau kepada seluruh warga agar selalu proaktif melaporkan setiap adanya perubahan status keluarga—baik karena kelahiran, kematian, maupun pindah domisili—kepada ketua RT atau Kepala Dusun setempat.

Dengan data yang sehat, Desa Mataleuno siap melangkah menuju pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan prima!

Dipublikasikan oleh: Tim Media dan Informasi Desa Mataleuno


PAKUE UTARA – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Desa (Pemdes) Mataleuno turut serta dalam aksi nyata peduli lingkungan yang berpusat di Pantai Bahari, Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, pada Sabtu (06/06/2026).

Kehadiran Pemdes Mataleuno ini merupakan bentuk komitmen kuat desa dalam mendukung kelestarian alam, khususnya di wilayah pesisir Kecamatan Pakue Utara.

Sinergi Lintas Sektor Demi Kelestarian Alam

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong-royong ini dihadiri oleh berbagai elemen penting kecamatan dan desa. Tampak hadir di lokasi acara:

  • Camat Pakue Utara, Bapak Hamka, S.H.

  • Babinsa, Bapak Taharuddin

  • Sekcam Pakue Utara, Bapak Rusmayadi, S.E.

  • Para jajaran Pemerintah Desa se-Kecamatan Pakue Utara.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan aparat keamanan ini menegaskan bahwa urusan menjaga lingkungan bukan hanya tugas perorangan, melainkan tanggung jawab kolektif bersama.

Pantai Bahari Jadi Pusat Aksi


Pemilihan Pantai Bahari di Desa Pakue sebagai lokasi peringatan tahun ini menjadi simbol pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir dari ancaman pencemaran sampah, terutama sampah plastik.

Dalam kegiatan ini, Pemdes Mataleuno bersama pemdes dari desa-desa tetangga dan jajaran pemerintah kecamatan bahu-membahu melakukan aksi bersih pantai dan mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

"Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa Desa Mataleuno siap bergerak bersama untuk isu-isu lingkungan. Apa yang kita lakukan di Pantai Bahari hari ini adalah investasi untuk masa depan generasi kita," ujar perwakilan dari Pemdes Mataleuno.

Harapan ke Depan

Melalui momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini, diharapkan kesadaran masyarakat—khususnya di Kecamatan Pakue Utara—akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kelestarian pantai dapat terus meningkat.

Aksi ini bukan sekadar seremonial satu hari, melainkan pemantik bagi gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan di desa masing-masing.

Tags: #HariLingkunganHidup2026 #PemdesMataleuno #PakueUtara #PantaiBahari #PeduliLingkungan

Rabu, 03 Juni 2026

Optimalkan Penagihan PBB, Pemdes Mataleuno Gelar Pemetaan dan Penyusunan Data Per Wilayah

MATALEUNO – Pemerintah Desa (Pemdes) Mataleuno terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan pelayanan publik, salah satunya dalam sektor pajak daerah. Pada hari Senin, 25 Mei 2026, Pemdes Mataleuno menggelar agenda penting terkait penyusunan dan pengorganisasian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tingkat desa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Desa Mataleuno ( Sumiati ), serta dihadiri oleh Kolektor Pajak Desa, Bapak Zaenal Abdin, seluruh Kepala Dusun (Kadus), dan Kasi Pemerintahan Desa Mataleuno.

Strategi Jemput Bola: Membagi PBB Per Wilayah Dusun

Tujuan utama dari pertemuan dan kerja bersama ini adalah untuk menyusun serta memetakan data PBB berdasarkan wilayah dusun masing-masing.

Selama ini, proses penagihan pajak sering kali menghadapi tantangan geografis dan validasi data wajib pajak. Dengan membagi dan merapikan data PBB per wilayah, diharapkan:

  • Mempermudah Kerja Kolektor: Bapak Zaenal Abdin selaku kolektor pajak dapat melakukan penagihan secara lebih terstruktur dan efisien.

  • Akurasi Data Meningkat: Kepala Dusun lebih mengenali warganya, sehingga potensi salah sasar atau data ganda bisa diminimalisir.

  • Efisiensi Waktu: Proses "jemput bola" ke rumah warga menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

Kolaborasi Lintas Perangkat Desa

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antar-perangkat desa. Kasi Pemerintahan Desa Mataleuno turut terjun langsung membantu proses validasi dan sinkronisasi data administratif.

"Kolaborasi ini sangat penting. Dengan keterlibatan aktif dari Ibu Kades, Kasi Pemerintahan, dan Sekretaris Desa Mataleuno,hingga para Kepala Dusun, kita bisa menyajikan data yang bersih. Ini adalah bentuk transparansi dan upaya kita untuk mendukung pembangunan daerah melalui taat pajak," ujar salah satu perwakilan perangkat desa di sela-sela kegiatan.

Manfaat Bagi Masyarakat Mataleuno

Bagi warga Desa Mataleuno, penataan ini juga membawa dampak positif. Warga tidak perlu bingung lagi mengenai jumlah ketetapan pajak mereka karena para Kepala Dusun kini memegang data yang akurat dan siap membantu memberikan informasi.

Pemdes Mataleuno juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersiap dan kooperatif saat petugas melakukan penagihan, demi kelancaran pembangunan desa yang kita cintai bersama.

Salam Pajak, Bersama Membangun Desa Mataleuno yang Lebih Maju!