Minggu, 30 Agustus 2026

Menyongsong Musim Tanam, Petani Desa Mataleuno Berharap Bantuan Alat Pertanian

 


MATALEUNO — Memasuki akhir bulan Agustus, geliat aktivitas pertanian di Desa Mataleuno mulai meningkat pesat. Sebagian besar masyarakat desa saat ini sedang disibukkan dengan proses pengolahan lahan dan pembajakan sawah sebagai persiapan menyambut musim tanam padi yang diperkirakan akan dimulai bulan depan.

Untuk mempercepat pengolahan tanah, mayoritas petani memilih menggunakan mesin pembajak sawah modern (jonder). Namun, penggunaan teknologi ini harus dibayar dengan biaya operasional yang tidak sedikit bagi para petani lokal.

"Sebagian besar masyarakat di sini membajak sawahnya pakai alat jonder. Tapi sistemnya sewa, harganya sekitar Rp1.500.000 per hektar," ujar salah seorang warga Desa Mataleuno saat dijumpai di area persawahan pada Senin (30/8/2026).

Selain alat jonder, sebagian warga lainnya juga memanfaatkan traktor tangan (hand tractor) untuk meratakan tanah garapan mereka. Tingginya biaya sewa alat mesin pertanian (alsintan) ini menjadi beban tersendiri bagi para petani setiap kali memasuki awal musim tanam.


Kondisi tersebut melahirkan harapan besar dari masyarakat Desa Mataleuno kepada pihak pemerintah terkait. Mereka berharap desa mereka bisa mendapatkan alokasi bantuan alat-alat pertanian seperti yang telah diterima oleh desa-desa tetangga.

Dengan adanya bantuan alsintan mandiri untuk kelompok tani di Desa Mataleuno, para petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa yang tinggi. Penghematan modal produksi ini dinilai akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan dan tingkat perekonomian para petani lokal.

Kini, dengan tanah yang mulai siap dibajak, warga Desa Mataleuno optimistis menatap musim tanam bulan depan, seraya menaruh asa agar perhatian berupa fasilitas pertanian dapat segera terealisasi di desa mereka.

0 komentar:

Posting Komentar